Koran Lacak

Berita Koran Lacak Berkualitas

DAERAH

Kepala Dinas Sosial Devi Mayori Tak Sesungguhnya Menghargai Wartawan Di Acara Forum Rencana Kerja Dinas Sosial

Depok, Koran Lacak – Dinas sosial lakukan acara pembahasan rencana kerja untuk Tahun anggaran 2025 di aula Bank Jawa Barat (BJB) jalan Margonda raya kota Depok Jawa Barat pada hari Kamis 22/2/2024 dihadiri tamu undangan

Devi Mayori sebagai kepala dinas sosial tidak sesunggunya menghargai wartawan setelah membagikan transiport kepada awak media isi amplot Rp 30,000 berbeda dengan peserta senilai Rp 94,000 Diman pemberian transport kepada awak media minus seperti itu, “sehingga ada dugaan tidak menghargai propesi tersebut

Acara renja Dinsos perlu adanya transipransi anggaran yang digunakan untuk acra tersebut, apakah dana yang digunakan dari APBD kota Depok, apa dinas tersebut urunan untuk melakukan acara renja itu

Dengan tema meningkatkan kesejahteraan, sosial melalui peningkatan kesejahterkan pelayanan sosial menuju kota Depok yang maju, berbudaya dan sejahtera

Babai Suhaemi salah satu dari narasumber sekaligus anggota DPRD kota Depok, diacara renja tersebut dia mengatakan, bahwa perlu adanya komunikasi antara dinas sosial dengan masyarakat agar masyarakat tau, bagai mana cara untuk mendapatkan progeram pemerintah pusat maupun daerah, misalnya PKH, PIP dan KDS, “seperti prgeram kartu Depok sejahtera (KDS) masi ada RW yang belum tau soal progeram kartu tersebut tandas Babai.

Diacara tersebut Babai mengatakan, menitikberatkan kepada masyrakat sebagai sumber data yang objektif dari masyarakat yang akan kita lakukan, menurut hemat saya ada tiga cara untuk mendapatkan data itu, bisa melalui organisasi masyarakat misalnya komunitas masyarakat iya itu sebuah perkumpulan yang berdasarkan hal hal tertentun, organisasi yang bersipat umum, dan komunitas bersipat secara husus, Dinas sosial harus melakukan hal itu, untuk menutaskan kemiskinan di kota Depok ujarnya

Dipenghujung acara, ada tanya jawab dari tamu undangan kepada penyelengara Forum renja Dinsos, salah satunya Forum anak menyikapi banyaknya anak jalanan, pengamen, manusia silper dan peminta minta banyak anak anak masi diusia dini yang seharusnya duduk dibangku Sekolah Dasar, tapi suda harus turun naik angkot untuk mencari uang, “padah Depok mempunya perda tentang layak anak, tapi banyak anak anak jadi pengamen

Begitu juga salah satu tamu undangan dari panti asuhan, “mengatakan anak terlantar dipelihara oleh Negara, “namun saat ini anak terlantar dipelihara oleh oknum tertentu, bagaiman cara dinas sosial untuk memgatasi hal terebut

Dinas sosial menanggapi hal tersebut, anak jalanan maupun manusia silper kebanyakan warga diluar kota Depok, bila pernyataan tersebut dianalisa, Dinsos mau melepas tanggungjawab, padahal, Udang Undang Dasar 1945 mengatakan orang miskin dan orang terlantar di biayain oleh Negara, “namun mereka tetap semagat untuk menyelesaukan persoalan sosial tersebut, agar cita cita kota Depok berbudaya dan sejahtera. (Surbel/red)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *