Koran Lacak

Berita Koran Lacak Berkualitas

PENDIDIKAN

Orang Tua Murid Sekolah Dasar Negeri Menjerit Harus Merogo Kantongnya Dalam Dalam

SDN Meruyung

Depok, Cita cita orang tua murid menyekolahkan anak nya masuk ke Sekolah Negeri, untuk meringankan biaya agar anaknya bisa menuntut ilmu, “namun cita cita tersebut bagaikan angin lalu, itulah yang dialami orang tua murid SDN Meruyung.

Mau tidak mau harus mengikuti arahan para Komite Sekolah, walaupun berat rasanya untuk melakukannya walaupun bagaimana caranya biar anaknya tidak ketinggalan dari teman sekolahnya, sesunggunya itulah yang terjadi, adanya pungutan biaya senialai 375,000 persiswa Dana yang dipungut setiap siswa dengan nilai 375,000 ribu rupiah sangatlah berat, “tapi bagi orang yang ekonominya lumanyan itu hal yang biasa, dana pungutan sebesar itu digunakan untuk keperluan outing, (extra kurikuler)

Pada hari Selasa 16 Januari 2024 SDN Meruyung melakukan studi tour ke kidzania mall pacifik place yang berlokasi di Jakarta Selatan, menurut narasumber orang tua murid yang tidak mau identitasnya dipublikasikan, yang ditemuin oleh awak media bahwa pungutan tersebut benar adanya Pada hari Senin 22 Januari 2024 awak media mengkonfirmasi kepala Sekolah SDN Meruyung Maman di Sekolahan dan bersama salah satu Guru Triningsi bahwa dana yang dipungut tersebut benar, “tapi itu kesepakatan orang tua murid dan Komite Sekolah, saya dan teman teman Guru mengetahui dan menyetujuinya

Dilain tempat dan dihari yang berbeda ketua Komite Sekolah SDN Meruyung Devi Mardianti menuturkan kepada awak media dana yang dipungut persatu siswa Rp 375,000, “bila” orangtua murid ikut mendampingi anaknya, “sehinga menamba biaya lagi menjadi Rp 675,000, nah sangat memberatkan bukan, untuk biaya keperluan eskul, saja sudah begitu, untuk tahap pertama kelas 1,2, dan 3, nanti akan menyusul kelas 4,5, dan 6 “saat acara kelas 1,2,dan 3 berlangsung, “sehingga kelas 4,5, dan 6 diliburkan

Ketua LSM Lampados berstatetmen, “ada dugaan” Komite Sekolah sebagai perpanjangan tangan untuk meraup duit dari orang tua murid tandasnya kepada awak media

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Pememdikbud) nomor 75 Tahun 2016 tentang komite Sekolah pasal 10 mengatakan (1) Komite sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan pungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan(2) Pengalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.Nah ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lampadaos, sebagai pemerhati pembangunan dan pendidikan mengatakan bahwah sumbangan tidak ditentukan nilainya, “tapi” bila ditentukan nilainya itu adalah sebagai pungutan tandasnya

Pertanyaan nya perbuatan yang dilakukan SDN Meruyung Kota Depok, yang menetapkan kepada muridnya untuk studi tour senilai 375,000 perkepala itu pungutan apa tidak, bila ini pungutan berarti telah melanggar Permendikbud nomor 75 tahun 2016 pasal 10, dengan adana perbuatan seperti ini apa tanggapan dinas pendidikan kota Depok (tim/surbel red)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *